Urgensi Penelitian dalam Pendidikan

Selama manusia di bumi ini masih membutuhkan pendidikan, selama itu pula problem pendidikan tidak akan pernah berakhir. Problem itu tentu bukan untuk diratapi, namun harus dicarikan solusinya melalui penelitian. Penelitian dinilai menjadi satu-satunya cara yang paling ampuh untuk mengatasi aneka permasalahan di dunia pendidikan.

Sayangnya, untukmengetahui penyebab merosotnya nilai belajar pesertadidik— sekedar contoh dari sekian problem pendidikan—kita cenderungmenyalahkan siswa yangmalas belajar, kurikulum yang terlalu padat, alat evaluasi yang tidakvalid, atau guru yang kurangkompeten.Hal-hal tersebut bisa saja dijadikan indikator. Akan tetapi,akar persoalansesungguhnya dapat dilacak lewatsuatu penelitian.

Di sinilah mahasiswa dan praktisi pendidikan kiranya dapat berperan aktif dalam upaya memecahkan problematika pendidikan sebagai bentuk tanggung jawab akademis dan tanggung jawab profesional. Melalui penelitian mahasiswa dapat memenuhi tugas akademis demi memyelesaikan perkuliahannya, sementara bagi praktisi pendidikan dapat memenuhi kewajiban administratif untuk pengembangan karir.

Akan tetapi, sebelum terjun dalam sebuah penelitian, mahasiswa dan praktisi pendidikan terlebih dahulu perlu menguasai konsep-konsep, prinsip-prinsip, dan prosedur penelitian pendidikan, sehingga hasilnya betul-betul dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Nah, kehadiran buku Penelitian Pendidikan: Metode dan Paradigma Baru ini memang ditujukan bagi mahasiswa dan praktisi pendidikan guna memahami lebih jauh seluk-beluk penelitian pendidikan sekaligus cara mengaplikasikannya di lapangan.

Zainal Arifinmenegaskan bahwa kajian penelitian pendidikan mencakup semua masalah yang dialami dunia pendidikan. Secara khusus, wilayah pendidikan yang bisa diteliti meliputi berbagai kategori seperti filsafat dan tujuan pendidikan, jenjang pendidikan, kurikulum dan teknologi pembelajaran, guru, peserta didik, sarana dan prasarana pendidikan, manajemen pendidikan, lingkungan pendidikan, evaluasi, akreditasi, dan sertifikasi.

Menurut penulis, ada beberapa alasan mengapa penelitian pendidikan penting dilakukan. Pertama, pendidikan bisa menganalisis masalah-masalah pendidikan secara kontinu sehingga diharapkan melahirkan keputusan-keputusan yang profesional. Kedua, pembuat kebijakan di luar lembaga pendidikan, seperti lembaga legislatif dan yudikatif telah mengamanatkan melalui perangkat perundang-undangan guna melakukan perubahan sistem pendidikan sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan.

Ketiga, berbagai yayasan yang bergerak di bidang pendidikan telah melakukan berbagai kegiatan penelitian pendidikan untuk mempelajari masalah-masalah khusus tentang pendidikan. Keempat, ulasan tentang hasil penelitian pendidikan terdahulu ternyata banyak memberikan manfaat bagi pengembangan pendidikan selanjutnya. Kelima, hasil penelitian pendidikan dapat membantu pendidik (guru) dalam membuat perencanaan baru, memperbaiki praktik pendidikan, dan menilai pembelajaran. Keenam, penelitian pendidikan mudah dibaca, dipahami, dimaknai, dan dijangkau.

Dalam buku ini penulis lalu menjelasan secara detil tahap-tahap penelitian mulai dari penyusunan desain penelitian, pelaksanaan penelitian, dan laporan penelitian. Setiap tahap lalu dirinci lagi seperti bagaimana merumuskan latar belakang masalah, merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, dan seterusnya. Pada akhir pembahasannya, tak lupa penulis melampirkan contoh sistematika laporan penelitian.

Dengan bahasa yang jauh dari kesan membosankan, buku ini akan menjadi acuanpenelitian pendidikan yang sangat berharga bagi perkembangan dan kemajuan pendidikandi Indonesia. Terutamabagi mahasiswa maupun pelaksana pendidikan kiranya kehadiran buku semacam ini dapat menjadi motivasi tersendiriuntuk menggalakkan budaya meneliti di tengah merosotnya etos penelitian di kalangan insan akademisi.

idia 06/02/16 Artikel Dosen

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *