Sabar Tanpa Batas Ala Rasulullah

  Indah Kumalasari Mahasiswi Semester VI Fakultas Dakwah Prodi KPI asal Pamekasan     Sabar adalah hal yang paling mudah dikatakan dan sulit direalisasikan. Sering kita mendengar kalimat “Sabar itu ada batasnya.” Adakalanya kita bisa menahan amarah dan pada saat yang lain seringkali kita mampu menahannya. Sejatinya bukan kesabaran yang terbatas tapi orangnya membatasi kesabaran. Sabar bukanlah suatu tindakan tetapi bahan bakar melawan kesedihan atau amarah. Ketika orang bersabar bukan berarti ia tidak berdaya, lemah dan tidak melakukan apa-apa. Tetapi kesabaran dapat mengubah kelemahan manusia menjadi kekuatan untuk melawan ujian. Kesabaranlah yang menjadikan manusia berdiri tegap mengatasi masalah. Setiap kehidupan manusia tidak akan lepas dengan ujian kehidupan. Segala persoalan akan senantiasa muncul pada setiap insan yang bernyawa. Baik persoalan dalam keluarga, lingkungan, sekolah, maupun dari segi faktor ekonomi ataupun pendidikan. Sehingga diumpamakan tidak ada hidup yang lurus sesuai kehendak kita. Karena setiap selesai kesedihan akan muncul kebahagiaan begitu pula sebaliknya. Ketika masalah sudah datang maka seringkali orang terdekat mengingatkan kepada kita “harus bersabar!” Kata itu yang harus dihadirkan dalam diri, jiwa, pikiran dan hati manusia. Adakalanya manusia akan tinggi dan mulia derajatnya bila dapat menyelesaikan masalah sesulit apa pun. Sebagaimana firman Allah, “Allah tidak akan membebani manusia di luar kemampuannya (manusia)”. Hanya saja manusia terlalu sibuk mengeluh sebelum final dalam solving problem, sehingga lupa bagaimana seharusnya masalah dilawan bukan malah lari dari masalah dan hanya pintar mengeluh. Mengeluh tidak...

Read More