Hari: Juli 28, 2017

MENUJU TAMAN CAHAYA

  Tak ada jalan setapak yang bisa ku lalui Di tengah hutan gambut ini Hanya ada akar dan lumpur basah Memaksaku berperang melawan payah Tak ada pedang dan belati Di tanganku yang kanan dan kiri Hanya ada kosong mengadah ke awang Senjata andalan untuk terus berjuang Menebas hutan gambut Menebas akar serabut Menghindar dari lumpur basah Mencari arah Menuju taman cahaya 20-02-2017 RBB Oleh. Ach.Fauzi Hikmah...

Read More

BIMBING

  Seorang bapak tua yang penuh dengan uban pada jenggotnya bertanya pada seorang anak yang dilihatnya terengah-engah dalam langkahnya, seakan ia sedang dalam perjalanan yang tiada habisnya “Kemana kau hendak pergi ?” Seorang anak yang terengah-engah itu sadar bahwa ia sedang ditanya oleh bapak tua yang tidak renta. Ia lalu berhenti dari langkahnya dan berkata dengan nada separuh terbata “Kemana saja asalkan aku sampai” Bapak tua itu tak puas dengan jawabannya “Kenapa kau hendak pergi ?” Anak itu berkata setelah mengatur napasnya “Karena aku harus sampai” Bapak tua ternyata masih tak puas dengan jawabannya “Kapan kau akan sampai ?” Anak itu masih berdiri di tempatnya sambil menghitung waktu dengan jarinya dan berkata “Kapan saja asalkan aku sampai” Bapak tua bangkit dari kursinya lalu mendekati anak itu dan menepuk bahunya sambil berkata tanpa bertanya “Kau boleh pergi sesukamu dan semaumu tapi jangan pernah berharap kau akan sampai” Anak itu mengernyitkan dahinya dan menatap bapak tua lebar-lebar pertanda ia tidak setujunya lalu Ia berkata dengan nada tingginya “Aku pasti sampai” Bapak tua hanya tersenyum padanya tanpa menunnjukkan satu pun dari giginya Anak itu terheran dalam bingungnya dan bertanya “Kenapa kau tersenyum kepadaku sedang aku berkata kepadamu dengan nada tinggi ?” Bapak tua masih tersenyum dan menjawab dengan santainya “Nada tinggi hanya menunjukkan kerendahan-diri yang pasti” Anak itu masih terbingung-bingung dan berkata, masih dengan nada tingginya “Apa maksudmu ? aku tidak mengerti...

Read More

TUHAN

  Di mana aku harus mencarimu ? Jika di masjid sudah tidak ada yang mengenalmu Takbir nyaring tepat waktunya berkumandang Tapi tak ku dengar namamu kecuali nada sumbang Di mana aku harus mencarimu??? Jika di majelis ilmu sudah tidak ada yang memahamimu Lantunan suara guru tertutur merdu Tapi tidak menyebutmu kecuali menggerutu Lalu aku harus mencarimu di mana Tuhan??? Apakah hutan rimba yang semak dan belukar Ataukah samudera biru yang yang luas tempat kapal berlayar Ataukah padang pasir yang panas dan gersang Ataukah kutub utara yang beku hingga tiada burung bersarang Di mana aku mencarimu Tuhan???? Dalam hujan aku kebasahan Aku mencari di butir-butir hujan Yang jatuh dari langitmu aku bertanya “inikah air darimu untukku yang lelah mencarimu?” dalam malam berselimut gelap berjuta bintang berteman cahaya bulan menerangi langkahku ketika makhluk lain terlelap aku bertanya “inikah cahaya darimu untukku agar tetap berjalan?” Tuhan Aku mencarimu Aku membutuhkanmu Aku menunggumu Aku tak tau di mana Aku tak tau ke mana Haruskah ku robek dadaku Dan ku bongkar isi di dalamnya Mungkin masih tersisa masa lalu Yang mungkin telah ku lupa mengingatnya Atau haruskah ku pecahkan kepala Lalu ku baca segala isi yang ada Kalau saja waktu dulu aku mengenalnya Oh Tuhan Langkahku tak tentu arahnya Kadang menuju barat kadang juga timur Kadang menangis kadang tertawa Hingga ku berputar lalu diam dan jatuh Tersungkur 09-10-2016 Oleh: Ach. Fauzi Hikmah...

Read More

ZIKIR JANGKRIK

  Krik krik krik 33x Sepanjang malam Di dalam kelam Para jangkrik berzikir Aku ikut berzikir Bersama para jangkrik Krik krik krik Dalam zikir Aku berfikir Tuhan apa aku terlalu asyik Hingga tak mendengar pada bisik Tuhan apa aku terlalu enak Sampai tak mendengar pada teriak Sepanjang malam aku mendengar zikir jangkrik Sepanjang malam aku tak ingin mengusik 03-11-2016 RBB Oleh: Ach. Fauzi Hikmah...

Read More

MENCARI ARAH

  Aku berjalan dengan sisa-sisa bawaan Tersimpan dalam saku-saku yang bolong Masih tak tentu arahku dan tujuan Ke barat atau ke timur semua kosong Lalu aku terjatuh dalam lubang Habislah harapan dan impian Hanya sepi yang Berteman Senyap yang Berkawan Gelap Tapi jantung ini masih memompa Berdenyut-denyut di ujung nadi Ku coba rasakan detaknya di ulu hati Tapi suaranya terhalang tembok baja Baja yang terbuat dari batu Batu yang puas panas bara Bara yang selalu bermandikan magma Lahar panas dan api biru Aku terdiam Dalam Dekam dan muram Bagaimana ku hancurkan tembok yang menghalang Dengan apa ku musnahkan baja yang merintang Dengan apa ku padamkan bara yang membakar Dalam susah payah Aku teteskan air mata Biar mengalir ke ulu hati Menyampaikan salam dan keluh kesah 04-11-2016 RBB Oleh: Ach. Fauzi Hikmah...

Read More

Agenda Kegiatan

Tidak ada kegiatan

Follow Us

Visitor