MENCARI ARAH

 

Aku berjalan dengan sisa-sisa bawaan
Tersimpan dalam saku-saku yang bolong

Masih tak tentu arahku dan tujuan
Ke barat atau ke timur semua kosong

Lalu aku terjatuh dalam lubang
Habislah harapan dan impian

Hanya sepi yang
Berteman
Senyap yang
Berkawan
Gelap

Tapi jantung ini masih memompa
Berdenyut-denyut di ujung nadi
Ku coba rasakan detaknya di ulu hati
Tapi suaranya terhalang tembok baja

Baja yang terbuat dari batu
Batu yang puas panas bara
Bara yang selalu bermandikan magma
Lahar panas dan api biru

Aku terdiam
Dalam
Dekam dan muram

Bagaimana ku hancurkan tembok yang menghalang
Dengan apa ku musnahkan baja yang merintang
Dengan apa ku padamkan bara yang membakar

Dalam susah payah
Aku teteskan air mata
Biar mengalir ke ulu hati
Menyampaikan salam dan keluh kesah

04-11-2016
RBB
Oleh: Ach. Fauzi Hikmah Wijaya

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat 28/07/17 Karya Sastra

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *