Bulan: Agustus 2018

STITNU Inginkan IDIA Prenduan Berbagi Tata Kelola Jurnal

Prenduan-Kampus IDIA Prenduan mendapat kunjungan silaturrahim dari Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama. Sebanyak Empat puluh dosen STITNU Mojokerto berkumpul di ruang Meeting Room IDIA Prenduan, Selasa (24/07). Dalam sambutannya, pimpinan STITNU Kiai Dr. Muhsinin menyampaikan bahwa kunjungannya bersama para dosen adalah bentuk refreshing setelah menyusun Borang Institusi sekaligus untuk menambah pengetahuan dari IDIA Prenduan, yang selama ini dipandang sebagai kampus berbasis bahasa Arab. “Selain itu, saya melihat IDIA Prenduan ini sudah memiliki jurnal yang teindeks DOAJ. Mungkin nanti IDIA bisa berbagi pengalaman tentang tata kelola jurnal yang baik,” ungkap pimpinan STITNU yang sekaligus penasihat Forum Komunikasi Dosen Peneliti Kopertais IV. Membalas sambutan tersebut, Rektor IDIA Prenduan sampaikan bahwa IDIA Prenduan memang sudah memiliki dua jurnal yang sudah terindeks DOAJ dan berada pada posisi sinta dua, yakni jurnal Dirosat dan Reflektika. “Tapi, tidak menutup kemungkinan STITNU memiliki pengalaman yang tidak dimiliki oleh pengelola jurnal IDIA Prenduan. Sistemnya bukan belajar barangkali, tetapi saling berbagi ilmu.” Ungkap KH. Dr. Ghozi Mubarok, MA. Dalam kunjungan tersebut, dosen-dosen STITNU Mojokerto dan IDIA Prenduan saling melebur dalam komunikasi seputar pengembangan institusi selama tiga...

Read More

REKTOR IDIA PRENDUAN SAMPAIKAN TUGAS PERGURUAN TINGGI PESANTREN DALAM DIALOG INTERAKTIF

Prenduan-Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan kembali mengadakan seminar dakwah dengan tema “Dakwah Islamiyah Terhadap Non Muslim; Tantangan dan Harapan” (27/07). Menurut panitia, tema tersebut sesuai dengan misi Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, mencetak da’i khoiro Ummah (masyarakat terbaik). Dalam kesempatan itu, rektor IDIA Prenduan membuka acara dengan pesan yang dikutip dari potongan percakapan antara Syeikh Ismail dengan ulama Madura, bahwa tugas alumni pesantren adalah berdakwah dan menjadi wasilah bagi saudaranya di belahan bumi lainnya agar menemukan kebenaran Islam. Melanjutkan pesan Rektor, narasumber dialog, Ustadz Muhammad Damanhuri, S.H.I, S.H, M.H, M.Pd. berbagi pengalaman tentang prosesnya menemukan kebenaran dan menjadi seorang muslim. Selain itu, beliau juga menyampaikan tips dan trik yang dia pakai dalam melaksanakan dakwah di tengah-tengah masyarakat non muslim. Menurut beliau beberapa kunci sukses dalam berdakwah di kalangan non muslim adalah mengetahui lokasi dan kebiasaan, melakukan pendekatan persuasif, berdialog dengan kepala suku, tidak membawa atribut Islam selama berdakwah, kontinyu, serta menguasai bahasa masyarakat setempat. “Itu barangkali kunci yang saya pakai untuk memuslimkan 13.169 orang sejak tahun 2017,” tutur Andreas, nama katolik Ustadz Damanhuri. Menurutnya, dari 4.200 agama yang ada di dunia, hanya Islamlah agama yang benar dan layak diimani oleh sekalian penduduk dunia yang berpikir. Selama dua jam, acara tersebut berlangsung dengan peserta yang antusias karena rasa ingin tahu untuk menjadi dai. “minimal biar saya tahu cara berdakwah bagi keluarga sendiri,” ucap Ahmad sebagai salah satu peserta. (Khotim...

Read More

Agenda Kegiatan

  • Jum
    13
    Mar
    2020

    Dialog Interaktif bersama Tuan Adzhar Latif Malaysia

    08.00-selesaiGeserna TMI Putri

    Tema " Pengobatan Islami Berlandas al-Qur'an dan Hadits

Follow Us

Visitor