img_0424Kesyukuran 64 Tahun Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan sudah selesai. Acara ulang tahun Pondok yang berdiri pada 10 November 1952 ini dikemas dengan sedemikian rupa, mulai dari Pembukaan dan Sujud Syukur yang dihadiri oleh Ketua DPR RI, H. Dr. Ade Komaruddin, M.H, dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Drs. H. Saifullah Yusuf, pada Sabtu (08/10/2016) dan berakhir dengan Resepsi Kesyukuran dan Peringatan Hari Santri Nasional pada Senin (14/11/2016) yang dihadiri oleh Menteri Agama RI, H. Lukman Hakim Saifuddin.

Dalam kurun waktu satu bulan lebih ini, hadir beberapa tokoh nasional, seperti; Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, H. Imam Nahrawi, dalam Lomba Kepramukaan Penggalang dan Penegak (LKPP) tingkat Nasional, pada Selasa, (25/10/2016). Menteri Sosial RI, Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, dalam Seminar Keluarga Muslimah dan Bakti Sosial pada Ahad (30/10/2016).

Dalam kegiatan yang tercatat dalam sejarah Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan ini, IDIA Prenduan sebagai lembaga pendidikan tinggi di lingkungan Pesantren yang didirikan oleh KH. A. Djauhari Chotib ini, mendapatkan kepercayaan dengan mengelola beberapa kegiatan ilmiah, yakni; Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Nasional pada Sabtu (29/10/2016), Seminar Keluarga Muslimah pada Ahad (30/10/2016), dengan tema Peran Keluarga Muslimah dalam Membangun Kehidupan Masyarakat Indonesia, bersama Ustazah Oki Setiana Dewi dan juga ketua Aliansi Cinta Keluarga Indonesia, Rita Soebagio, M.Si.

Kemudian pada Senin (31/10/2016) diadakam Seminar Nasional Kepesantrenan dengan tema Reposisi Pesantren Sebagai Rahmatan Lil ’Alamin diisi oleh Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M.SI, Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang. KH. Dr. Abdul Ghafur Maimoen, MA, Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri, Al-Anwar Sarang. KH. Dr. Ahmad Hidayatullah Zarkasyi, MA, Dekan Fakultas Ilmu Humaniora, Universitas Darussalam, Gontor.

Tepat pada Selasa (08/11/2016) diadakan Seminar Internasional tentang masa depan umat Islam antara peluang dan tantangan, dengan menghadirkan cendekiawan dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan. Diantaranya; dari Director of Malay Studies In National University Of Singapore (NUS), Dr. Azhar Ibrahim Alwee, MA. Deputy Rector (Academic dan Reseach) Kolej Universiti Islam Antarbangsa Selangor (KUIS), Malaysia, Dr. Mokmin bin Basri, M.Sc. Kemudian, Dr. Abdulrashid Abdullah Hameeyae, Rector Jamiah Islam Syaikh Daud Al-Fathani (JISDA) Yala, Thailand, serta Dr. Sulaiman Hasan Sulaiman, dari University of Tripoli, Libya.

Berkahpun mengalir bagi IDIA Prenduan dalam sisi Akademik dan hubungan antar perguruan tinggi internasional. Ini dimulai pada Jum’at (14/10/16) di sela-sela lomba kebahasaan ini, Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan dan Prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Fakultas Tarbiyah IDIA Prenduan, menginisiasi deklarasi IMLA (Ittihaad Mudarrisi Lughah Arabiyah) Cabang Madura. yang diketuai oleh Ust. Dr. H. Fattah Syamsuddin, Lc. MA (Dekan Fak. Dakwah IDIA Prenduan), dan Wakilnya Ust. H. Saiful Anam, Lc., M.Pd (Ketua Prodi PBA, Fak. Tarbiyah IDIA Prenduan).

Bersamaan dengan Seminar Internasional pada Selasa (08/11/2016) IDIA Prenduan menandatangani Memorandum of Understanding dengan tiga perguruan tinggi sekaligus, yakni dengan Jamiah Islam Syaikh Daud Al-Fathani (JISDA) Yala, Thailand, University Of Singapore (NUS), dan Sekolah Tinggi Agama Islam As-Syukriyah, Tangeran Banten. Pada kesempatan ini pula IDIA Prenduan melalui Warek I Bidang Akademik, Ust. Musleh Wahid, M.Pd.I dipercaya menjadi Koordinator Asosiasi Dosen Pendidikan Islam Antar Bangsa (Adpendisa) Jawa Timur. Dalam Resepsi Kesyukuran, Senin (14/11/2016) ditandatangai Memorandun of Agreement (MoA) sebagai tindak lanjut dari MoU yang sudah ditandatangi antara UKM Malaysia dan IDIA Prenduan dengan disaksikan oleh Menteri Agama RI, dan beberapa tokoh nasional lainnya.

Berkah dari kesyukuran 64 Tahun Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan bagi IDIA Preduan, tidak berhenti disitu, dalam kesempatan yang langka ini, IDIA Prenduan menerbitkan edisi perdana Volume 1, Nomor 1, Januari – Juni 2016, Jurnal Dirosat yang sudah ter-ISSN cetak dan online. Jurnal yang memiliki tagline “journal of islamic studies” ini diharapkan menjadi salah satu corong akademik IDIA Prenduan.

Tantangan besar bagi IDIA Prenduan sebagai lembaga pendidikan tertinggi di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, tersirat dalam ungkapan Rektor IDIA Prenduan, Dr. KH. Ghozi Mubarok, MA, dalam sambutannya sebagai Ketua Panitia kesyukuran 64 Tahun Al-Amien Prenduan, saat Reuni Akbar Alumni Al-Amien Prenduan (Sabtu, 12/11/2016), sebagai salah satu rangkaian Kesyukuran 64 Tahun Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan.

“Saya harap, dengan selesainya acara Kesyukuran 64 tahun Al-Amien ini, tentu saja tidak menghentikan apa yang harus kita lakukan dalam upaya mewujudkan cita-cita dan obsesi para almarhumin” ungkap Putra Sulung Kiai Idris ini.

“Kalau saya boleh sebutkan dua cita-cita yang bertahun-tahun lalu sudah dicanangkan tetapi sampai sekarang belum terealisasikan, Pertama, pada perayaan Kesyukuran 45 tahun Al-Amien, Kiai Tidjani, Kiai Idris dan Kiai Maktum sudah merencanakan Pendirian Universitas Islam Al-Amien. Itu obsesi dan cita-cita yang perlu kita ingatkan pada kesempatan kali ini agar kita semua memiliki tekad yang sama untuk memujudkan cita-cita para almarhumiin.” Lanjut Rektor IDIA Prenduan ini.

“Yang Kedua, tentu saja adalah Pendirian Rumah Sakit Islam Al-Amien. Saya yakin hal-hal seperti itu tidak menjadi mimpi-mimpi belaka. Boleh jadi sebagian besar kita ragu dan tidak yakin. Tetapi saya kira pada 1952, tidak ada yang membayangkan Al-Amien akan punya lokasi di sini. Pada tahun 1971, tidak ada yang menyangka bahwa TMI, Tahfidz, dan IDIA akan menempati lokasi yang semegah sekarang ini. Mudah-mudahan, 5-10-15 tahun yang akan datang kita juga akan mewujudkan semua cita-cita dan obsesi para almarhumin.. Aamiin..” tutup Doktor ke 302 UIN Sunan Ampel Surabaya ini.

Ide Universitas Al-Amien Prenduan dan Rumah Sakit Islam Al-Amien Prenduan, menjadi amanah yang harus direalisasikan dan direncanakan secara sistematis oleh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, dan fimuqaddimatihi IDIA Preduan, yang harus menyiapkan SDM untuk RSI dengan pengembangan IDIA Prenduan saat ini menjadi Universitas Al-Amien Prenduan, dengan harapan metamorfosa IDIA Prenduan menjadi universitas bisa mengejewantahkan pepatah “sekali mendayung dua pula terlampaui”.