Logo IDIA Warna copySejak kemarin, Rabu (21/12/2016) sampai dengan hari ini, Kamis (22/12/2016) kendaraan bermotor hilir mudik dari arah selatan pintu masuk Kampus IDIA Prenduan menuju ke utara. Kendaraan roda dua dan empat ini  berlalu lalang guna menghantarkan santri dan santriwati Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan pasca liburan UAS semester ganjil. Liburan ini juga dikenal dengan liburan Maulid Nabi Muhammad SAW, pasalnya liburan tengah tahun ini bersamaan dengan bulan R. Awwal, dimana Nabi Besar Umat Islam dilahirkan.

Pun, begitu pula dengan di IDIA Prenduan, liburan tengah semester juga dikenal dengan liburan maulid, selama 10 hari, yakni mulai tanggal 10 – 21 R. Awwal untuk mahasiswi putri, dan tanggal 11 – 22 R. Awwal bagi mahasiswa putra. Tahun ini bulan R. Awwal sama persis penanggalannya dengan bulan Desember.

Sebelum berlibur, para santri harus mengikuti berbagai rangkaian kegiatan akhir semester, berupa UAS kuliah fakultas bagi santri Intensif, Reguler, dan Plus yang dilaksanakan pada 19 -24 November  dan UAS kuliah kepondokan khusus mahasiswa intensif dirangkai dengan berbagai ujian, yakni; ujian tulis 26 November – 01 Desember 2016, dan ujian lisan  pada 03 – 06 Desember 2016.

Setelah selesai kedua ujian tersebut, mahasiswa intensif dibekali Kuliah Umum Kemasyarakatan (Kulmas) pada 7-9 Desember 2016, sebagai bekal liburan mereka saat berinteraksi dengan masyarakat.

“Dengan pembekalan ini, diharapkan mahasiswa bijak berliburan dan bisa berinteraksi dengan baik dengan masyarakat” ungkap Ust. Dede Syafaatul Barokah, S.Pd.I, Ketua DKM Putra.

Kulmas tahun ini diselenggarakan dengan beberapa kegiatan, yakni; Pembukaan KULMAS & Sesi I “Saling Menghargai Antar Sesama Dalam Perspektif Islam” Dr. KH. Ghozi Mubarak Idris, MA.  dilanjutkan Sesi II membahas “Fungsi dan Tugas Santri Sebagai Mu’allim dan Tolibul Ilmi”, diisi oleh Ust. Musleh Wahed, M.Pd di putra dan Nyai. Hj. Nur Jalilah Dimyati , Lc di putri.

Sedangkan Sesi III dengan tema “Fenomena Santri sebagai Cerminan dalam Kehidupan Bermasyarakat” dibina oleh Dr. KH. Muhtadi Abd Mun’im, MA dan Sesi IV tentang “Kesiapan dan Persiapan dalam Menghadapi Masa Liburan”oleh KH. Mujammi’ Abdul Musyfi, Lc. di putra, dan KH. Muhammad Fikrie Husein, MA. di Putri

Sedangkan Sesi V “Dakwah dan Solusi Ukhuwah Islamiyah” oleh Dr. Ust. Fattah Syamsuddin, MA. Di putra dan Nyai. Hj Mamnunah Rohim di putri. Sesi VI tentang Efektifitas Tafaqquh Fiddien dan Indzarul Qaum Dalam Lingkungan Sosial, dan Peran Pemuda Muslim dalam Membela Agama dan Tanah Air diisi oleh KH. Ja’far Shodiq, MM. Sesi VII tentang Manajemen Waktu dalam Surah al-`Asr” KH. M. Ridho Sudianto, M.Sy di putra dan Nyai. Hj. Zahrotul Wardah, BA di putri.

Dan Sesi VIII tentang “Peran Muslimah dalam Membentuk Peradaban di Era Globalisasi”diisi oleh Nyai. Hj. Dra. Anisah Fatimah Zarkasyi di Putri dan diakhir dengan Khatmul Qur’an serta Penutupan KULMAS bersama Mudir Ma’had Lil Banat, KH. Moh. Fikri Husein, MA. Di putri, dan Mudir Ma’had LilBanin, KH. Mujammi’ Abd Musfie, Lc di putra.

Saat Kulmas diisi oleh Rektor IDIA Prenduan, Sdr. Muallim, Mahasiswa semester akhir, Prodi IAT menanyakan perihal isu kontemporer dunia Islam terkait dengan Aksi Bela Islam umat Islam di Indonesia dengan tajuk Aksi Bela Islam 411 dan 212. Dalam sesi tanya jawab tersebut, Kiai Ghozi, secara ijtihadi Ahok berpotensi untuk salah, meskipun tidak langsung menghina al-Qur’an, memungkin umat Islam tersinggung.

Lebih lanjut Wakil Pengasuh Pondok ini mengingatkan kepada mahasiswa agar tidak mencela pihak yang ikut aksi ataupun yang tidak ikut aksi damai tersebut.

“Kita do’akan dan hargai  umat Islam serta para ulama yang ikut aksi damai, begitu juga yang tidak ikut serta dalam aksi tersebut. Jangan menghina atau mencaci ulama yang melarang untuk ikut demo,  karena bagaimanapun “daging ulama” adalah “daging” yang paling beracun.” tutup Kiai kelahiran 1980 ini.

Berbekal wejangan Rektor tersebut, diharapkan para mahasiswa IDIA Prenduan, memiliki sikap dan bisa menjadi penyambung lidah Pondok di tengah-tengah masyarakat kala ditanya tentang sikap IDIA Prenduan dan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan perihal aksi damai yang sudah jilid ke III tersebut.

Terlepas dari semua itu, rona gembira terpancar dari mahasiswa dan mahasiswi yang baru kembali dari libur maulidnya ini, semoga barokah dibawa dari kediaman masing-masing, serta semangat Baginda Nabi Muhammad SAW. dalam belajar juga terpatri di sanubari para mujahid tarbiyah di IDIA Prenduan ini.