pembukaan-semterLantai tiga Gedung Rektorat IDIA Prenduan mendadak riuh saat Rektor IDIA Prenduan, Dr. KH. Ghozi Muharok, MA. menyampaikan bahwa perkuliahan mulai semester ini dimajukan mulai pukul 13.00, dalam pembukaan Semester Genap Perkuliahan Fakultas Tahun Akademik: 2016/2017 pada Ahad (25/12/2016). Keriuhan mahasiswa ini cukup beralasan. Pasalnya, perkuliahan sore pada periode-periode sebelumnya dilaksanakan mulai pukul 13.30 s.d 17.00 wib.

Dalam sambutan sekaligus pembukaan semester genap tersebut, Kiai Ghozi menyampaikan beberapa hal yang akan dilaksanakan pada satu semester kedepan, yakni; Perubahan jam kuliah sore, dengan jam pertama mulai pukul 13.00 – 14.30, jam kedua 14.30 – 16.00, tanpa jeda istirahat.

“Dengan perubahan jam kuliah ini diharapkan perkuliahan sore berakhir tidak terlalu petang, sehingga mahasiswa yang agak jauh kediamannya bisa sampai sebelum atau menjelang magrib di rumah masing-masing. Khusus mahasiswa plus yang mengajar di TMI dan MTA, masih ada waktu 40 menit bagi mereka yang mengajar pada hissoh  ketujuh. Jadi masih ada waktu untuk makan siang dan sholat dhuhur.” tambah Rektor.

Kemudian diinformasikan pula penyatuan administrasi fakultas di gedung Micro Teaching Fakultas Tarbiyah yang dialih fungsikan. Selain itu disampaikan pula bahwa mulai semester ini diberlakukan herregistrasi dengan pembayaran minimal setengah dari uang semester.

“Kami mohon mahasiswa memakumi dengan pemberlakukan kebijakan wajib her dan bayar minimal setengah dari uang semester. Hal ini dilakukan agar IDIA tidak terseok-seok dalam menyelenggarakan pendidikan diakibatkan masalah dana” jelas Putra Sulung Kiai Idris ini.

Dalam kesempatan ini pula, doktor bidang ilmu tafsir ini mengharap agar pembenahan administrasi dan sarana sudah selesai semester ini. Menggarap sumber daya manusia merupakan bagian yang diidam-idamkan untuk IDIA Prenduan kedepan. Karena dengan SDM yang berkualitaslah sebuah lembaga pendidikan akan menjadi lebih baik.

“Semester depan kita harapkan sudah menggarap pengembangan SDM, baik dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan IDIA lainnya. Meskipun sekarang dan sebelumnya sudah kita mulai pengembangannya”  imbuhnya.

Setelah diakhiri dengan doa oleh KH. Moh. Fikri Husain, MA. Mudir Ma’had lil Banat, acara dilanjutkan dengan sesi dialog bersama mahasiswa yang menjadi tradisi baru di IDIA Prenduan. Dalam kesempatan ini banyak hal yang ditanyakan dan dikeluhkan oleh mahasiswa, baik masalah agama, dosen, dan sarana penunjang lainnya berupa perpustakaan dan literatur lainnya. Aspirasi tersebut diserap dan akan ditindaklanjuti pada masing-masing Satuan Kerja di IDIA Prenduan.

Pada hari sebelumnya, Sabtu (24/12/2016) dilaksanakan Pembukaan Semester Genap untuk Perkuliah Pondok. Pada semester ini ada hal yang baru dengan perkuliahan pondok ini. Pasalnya, IDIA Prenduan menggelontorkan konsep pendidikan integratif yang dikenal dengan Ma’had Aly ala IDIA. Dalam konsep kurikulum kepondokkan ini, mahasiswa ditempatkan berdasarkan kemampuan ilmu keislaman dan bahasa mereka.

“Kami sedang melakukan seleksi guna penempatan mahisiswa sesuai dengan kemampuan” jelas Ust. Muksin, S.Pd.I, Penaggungjawab Kuliah Kepondokan IDIA.

Sebenarnya perubahan kurikulum kepondokan ini bukanlah hal yang baru, melainkan pengembangan dari kurikulum kepondokan yang sudah ada sebelumnya.