Pengasuh IDIA, KH. Moh. Fikri Husain, MA, dalam sambutannya pada Wisuda Progam Intensif IDIA dan Tasyakkur Hifdhil Qur’an (Jum’at/18) berharap IDIA bisa menyelenggarakan tasyakkur bisa menyelenggarakan tasyakkur hifdhil Qur’an terpisah dengan acara wisuda program intensif.

“Ini mungkin isyarat dan motivasi dari Allah SWT. mudah-mudahan di masa-masa yang akan datang, dapat mengadakan takarrum wat takrīm, hafadhah wa hafidhatil qur’an ini, mungkin sendiri. Jadi, tidak bersamaan dengan haflatut tahrij untuk program intensif ini”. harap Kiai Lulusan Pakistan ini.

Pengasuh IDIA Prenduan mengingatkan kepada para wisudawan agar melaksanakan kebaikan-kebaikan apa saja yang dikehendaki oleh Allah. Terutama Shalat. Karena dengan shalat merupakan amal ibadah yang pertama kali di hisab di hari kiamat kelak.

| Baca Juga: Ketua Senat IDIA: Alumni IDIA Harus selalu Terbuka dan Percaya Diri

“Yang akan dihisab pertama kali adalah shalat.” Tegas Kiai Kiai yang juga Anggota Majelis Kiai Pondok Pesantren Al-Amien

wisuda intDalam kesempatan berikutnya, Pimpinan Pondok, KH. Ahmad Fauzi Tidjani, MA. Ph.D, menyampaikan pentingnya bersyukur kepada Allah, begitu juga bersyukur kepada manusia.

Man lam yaskurin nās lam yaskurillāh” nasihat Kiai kelahiran Makkah tahun 1976 tersebut.

Tahun ini IDIA mewisuda 82 orang mahasantri IDIA. Kegiatan tahun ini dimulai dengan laporan perkembangan IDIA oleh Rektor, Dr. KH. Muhtadi Abd. Mun’im, MA. Selain itu, juga sebagai salah satu kegiatan tasyakkur hifdhil Qur’an untuk 18 orang para penghafal kalamullah, dengan rincian sebagai berikut: 20 juz 1 orang, 15 juz 3 orang, 10 juz 4 orang, 5 juz 10 orang.