Berdasar penetapan Rektor IDIA, pelaksanaan audit mutu internal (AMI) tahun akademik 2021/2022 sudah selesai. Audit yang diagendakan sejak 12 Februari sampai dengan 24 Maret 2022 ini dilaksanakan oleh 20 auditor mutu internal untuk tujuh auditi yang sudah ditetapkan.

“Seluruh tim auditor sudah menyelesaikan tugasnya. Mulai dari asesmen laporan kinerja dan evaluasi diri auditi sampai dengan validasi laporan” ungkap Faizun Najah, selaku Koordinator AMI tahun ini.

Dalam ringkasan eksekutif tentang pelaksanaan AMI tahun ini, LPM menyebutkan bahwa hasil dari AMI ini  bisa menjadi baseline dan dasar untuk peningkatan mutu prodi dan institusi, baik dalam rencana kerja ataupun pelaksanaan AMI tahun berikutnya.

Lebih lanjut dalam paparan singkat tersebut disampaikan bahwa dari tujuh prodi yang diaudit terdapat 41 temuan kategori observasi, 19 ketidaksesuaian mayor, dan 49 ketidaksesuaian minor untuk standar pendidikan. Sedangkan untuk standar penelitian terdapat lima temuan kategori observasi, dan 17 temuan ketidaksesuaian minor, namun tidak ditemukan ketidaksesuaian mayor pada standar ini. Adapun pada standar pengabdian kepada masyarakat ada 11 temuan kategori observasi, delapan ketidaksesuaian mayor dan 27 ketidaksesuaian mayor.

|BACA JUGA :Bangun Kesepahaman Mutu lewat Bimtek AMI

LPM juga menyebutkan pada siklus audit berikutnya dimungkinkan tidak semua standar yang dimiliki oleh IDIA yang akan diaudit. Melainkan sesuai dengan permintaan auditi serta persetujuan dari pihak Pimpinan.

“AMI pada masa berikutnya bisa lebih spesifik pada standar-standar tertentu yang ingin diuji oleh auditi setelah disetujui oleh pihak manajemen” tulis LPM dalam ringkasan laporannya.

Seperti diketahui, bahwa AMI dilaksanakan untuk melakukan pengujian yang sistematik, mandiri, dan terdokumentasi untuk memastikan pelaksanaan kegiatan di perguruan tinggi sesuai prosedur dan hasilnya sesuai dengan standar yang telah ditetapkan secara internal untuk mencapai tujuan institusi.