Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI, Prof. Dr. H. Muhammad Ali Ramdhani menyerahkan langsung  izin penyelenggaran Program Magister (S2) untuk Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan Sumenep kepada Dr. H. Musleh Wahid, M.Pd.I, Wakil Rektor I Bidang Akademik IDIA, di kantor Kementerian Agama RI Jakarta, Jum’at (8/4).

Berdasar keputusan Menteri Agama RI, 282 tahun 2022 tentang izin penyelenggaraan Program Studi Pendidikan Agama Islam untuk Program Magister, IDIA sudah berhak menyelenggarakan perkuliahan pascasarjana.

KMA NOMOR 282 TAHUN 2022-1Dalam surat keputusan yang ditandatangani oleh Prof. Dr. H. Muhammad Ali Ramdhani ini disebutkan bahwa IDIA diperkenankan untuk melaksanakan perkuliahan secara reguler, dan tidak boleh untuk perkuliahan non reguler (extension). Lebih lanjut, surat yang tertanggal 14 Maret 2022 tersebut melarang IDIA untuk membuka program konversi selama empat tahun, memperpendek masa perkuliahan, melaksanakan kelas jauh, dan menerima rombongan belajar yang berpotensi dilaksanakan di luar kampus.

|BACA JUGA : Dirjen Pendis: Dalam Waktu Dekat IDIA akan Selenggarakan Program Pascasarjana

Selain itu, pada surat keputusan ini, IDIA diwajibkan untuk segera mengisi Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD DIKTI), melakukan pelaporan berkala sesuai dengan ketentuan, dan mengajukan peringkat akreditasi kepada BAN-PT melalui PD DIKTI.

Seperti diberitakan sebelumnya, Dirjen Pendis hadir memberikan orasi ilmiah dalam prosesi wisuda IDIA ke-XXV, sekaligus mengabarkan bahwa dalam waktu dekat IDIA akan memiliki program pascasarjana. Sabtu (19/3).

Tersiarnya kabar telah diterimanya SK ini diiringi do’a dari para Kiai, alumni, dan seluruh simpatisan Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan dari luar dan dalam negeri.

“Hamdalah semoga IDIA terus berkembang membangun peradaban Islam barakah hingga di akhir masa. Amien” ungkap salah satu anggota Grup WA pondok pesantren Al-Amien Prenduan.