12 Mahasiswa IDIA Prenduan berhasil melakukan presentasi karya ilmiah pada Annual International Conference On Islamic and Multidisciplinary Studies (AICIMS), Sabtu (17/09). Kedua belas mahasiswa tersebut di antaranya Nadzratul Uyun, Alya Nafiesa Hady, Vina Ziyadah, Ibadurrahman Annisa, Riski Elina, Maghfirotul Hasanah, Nur Hidayah, Khadijah, Nur Lathifah Aini dan Nur Hasanah.

Dalam kesempatan tersebut, Alya Nafiesa Hady dan Maghfirotul Hasanah, berasal dari Program Studi (prodi) Pendidikan Bahasa Arab, mereka berdua menjelaskan tentang pentingnya orang Indonesia khususnya umat Islam untuk mempelajari Bahasa Arab, karena menurutnya kitab-kitab yang menjadi rujukan ilmu pengetahuan berbahasa arab. Dalam temuan penelitiannya mereka menyatakan bahwa bahasa Indonesia banyak menyerap bahasa arab, baik dari bahasa keseharian maupun dalam dunia pendidikan seperti zakat, shalat dan sebagainya.

Selanjutnya Nadzratul Uyun dan Ainun Shofiah yang merupakan mahasiswi prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) menjelaskan tentang kaidah-kaidah dalam mempelajari bahasa arab, masing-masing menjelaskan pengertian, contoh, macam-macam tasbih dan isti’arah dalam ilmu balaghah.
“Yang melatarbelakangi dilakukan penelitian ini, banyaknya kesalahan dalam menyimpulkan teks bacaan-bacaan seperti syi’ir, kitab kuning dan Al-Quran karena tidak memahami ilmu balaghah. Dengan memberi pemahaman tentang ilmu balaghah terkhususnya tasbih maka tentunya akan mengurangi kesalahan dalam menyimpulkan” Jelas Nadzratul Uyun.

Menurutnya ilmu balaghah penting dalam memahami konteks bahasa arab agar tidak salah dalam menyimpulkan teks berbahasa arab.

Selain tentang bahasa arab Fina Ziyadah dan Ibadurahmah, mahasiswi prodi Aqidah dan Filsafat Islam (AFI) menjelaskan bahwa teknologi informasi telah membuat proses pendidikan menjadi lebih efektif dan produktif. Pemanfaatan teknologi dan informasi dalam pembelajaran, membuat proses pembelajaran menjadi lebih mudah.

Annisa dan Riski Elina, mahasiswi jurusan Perbankan Syariah dalam penelitiannya menjelaskan, bahwa dana pihak ketiga (tabungan, giro, deposito) tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba pada Bank Muamalah Indonesia pada tahun 2016-2020, sebaliknya ekuitas berdasarkan uji tersebut memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan laba pada Bank Muamalah Indonesia 2016-2020.

Sedangkan Nur Hidayah, menjelaskan tentang hukum jual beli NFT, dalam syariat Islam akan menjadi haram jika tidak terdapat akad antara penjual dan pembeli.

Khadijah, yang menjelaskan tentang konseling perilaku kognitif terapi efektif dalam merekonstruksi cara berpikir konseling mengenai keputusannya Wanita usia dewasa madya untuk melajang.

“Penelitian ini dilatarbelakangi, banyaknya Wanita yang memutuskan untuk melajang di atas usia normal menikah (24-25 tahun). Hal itu disebabkan oleh banyak faktor salah satunya faktor tidak siap untuk menghadapi situasi setelah menikah. Sedangkan konseling bukan untuk membuatnya menikah tetapi berusaha memperbaiki mind set yang salah terhadap kata menikah” beber Khadijah.

Menurutnya konseling mampu mengubah mind set Wanita dalam memandang negatif kehidupan setelah menikah.

Selanjutnya,Nur Lathifah Aini dalam penelitiannya menjelaskan tentang humanisasi Pendidikan sebagai langkah strategis agar terbebas dari penindasan dan kekerasan yang diakibatkan oleh kesalahan ideologi. Selain itu dalam penelitiannya juga menjelaskan terdapat faktor yang sering dilupakan sehingga perlunya memutus faktor tersebut dengan cara yang moderat.

Nur Hasanah, mahasiswi pascasarjana PAI ini sebagai presenter terakhir menyampaikan presentasinya dengan bahasa Inggris tentang temuannnya yang menyebutkan bahwa mengajarkan bahasa Inggris dengan memakai lagu lebih membuat daya ingat anak lebih kuat dan lebih menyenangkan.

“Para mahasiswa IDIA Prenduan yang berani tampil pada acara seminar yang berstandar Internasional tersebut patut dibanggakan. Karena seminar tersebut diikuti sebanyak 24 negara, di antaranya India, Australia, Singapura, Malaysia, Vietnam, Palestina, Portugal, Mesir, Arab Saudi.” Ucap Yusfar Ramadhan sebagai ketua panitia AICIMS.

Menanggapi keberanian para mahasiswa untuk tampil dalam kegiatan internasional, Wakil Rektor 1 Bidang Akademik Ustadz Ahmadi menjelaskan bahwa AICIMS 2022 adalah konferensi yang diselenggarakan sebagai salah satu upaya dalam menciptakan suasana akademik yang positif bagi dosen dan mahasiswa, “saya rasa mahasiswa sudah sangat baik tampil dalam kegiatan ini. Ini adalah dampak yang sangat positif dari AICIMS,” tuturnya. (Lala/Tim Media)