Penulis: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Milad Ke-35, Fakultas Dakwah Berkomitmen Tingkatkan Profesionalitas

Prenduan- Untuk pertama kalinya Mahasiwi Fakultas Dakwah menyelenggarakan acara Milad Fakultas di Gedung Rektorat Lantai III IDIA Prenduan, Jum`at (21/09). Acara tersebut Melibatkan Rektor IDIA Prenduan Dr. KH. Ghozi Mubarok, MA., Dekan Fakultas Dakwah Dr. H. Mohammad Fattah, MA., Ketua Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Achmad Zukfikar Ali, M.Kom.I., Ketua Prodi Bimbingan dan Penyuluhan Islam Moh. Maqbul Mawardi, S.Psi., M.PSDM serta seluruh mahasiwi Fakultas Dakwah IDIA Prenduan. Selain sebagai bentuk rasa syukur Fakultas Dakwah yang saat ini menginjak 35 tahun, acara tersebut juga merupakan ijtihad meningkatkan kualitas Fakultas Dakwah. Baik di tingkat Dosen, Mahasiswa, maupun tenaga kependidikan yang berada di bawah naungan Fakultas Dakwah “Minimal agar kita semakin sadar, bahwa fakultas dakwah ini dapat dikelola secara profesional dan sehat” ucap Kaprodi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Achmad Zulfikar Ali, M.Kom.I Agenda acara dalam milad tersebut diantaranya adalah dialog bersama Dekan Fakultas Dakwah Dr. H. Mohammad Fattah, MA untuk mendiskusikan program-program Fakultas yang telah direncanakan untuk pengembangan prodi, dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan, khususnya dalam bidang Dakwah. Selama dialog, banyak aspirasi mahasiswi yang ternyata sangat berguna bagi pengembangan Fakultas Dakwah dan Prodi. “Dalam dialog tadi, kita menjelaskan program-program Fakultas Dakwah sementara para mahasiwa juga menyampaikan usulan-usulan mereka tentang pengembangan tata Fakultas yang Baik” ujar Ketua Prodi Program Komunikasi dan Penyiaran Islam ketika di wawancarai....

Read More

Mahasiswa IDIA Prenduan Borong Juara Esai Tingkat Asia

Yogyakarta-Prestasi mahasiswa IDIA Prenduan dalam bidang bahasa Arab benar-benar membanggakan. Setelah menjadi langganan juara di ajang lomba debat tingkat nasional dan Asean, saat ini mereka kembali membuktikan kemampuannya dengan menjuarai lomba esai dalam “Sukarabic Fest 2018” di UIN Sunan Kalijaga. Yogyakarta Rabu (12/09). “Walaupun yang diikutkan lomba saat ini adalah peserta cadangan, tetapi alhamdulillah mereka tetap juara,” ucap Saiful Anam, M.Pd selaku pendamping dan Kaprodi Pendidikan Bahasa Arab. Menurut Dekan program studi bahasa arab, mahasiswa yang diikutkan saat ini adalah peserta lapis keempat. Pemilihan delegasi cadangan dimaksudkan agar setiap mahasiswa mendapatkan pengalaman, sekaligus menguji kompetensi mahasiswa dalam bahasa Arab. Dalam lomba bahasa arab tingkat Nasional yang berlangsung empat hari tersebut (9-12/09), Abdul Hakim berhasil meraih juara 1 lomba Essay dan Lailatur Rahmi sebagai juara 2 di lomba yang sama. Sementara itu, Darul Hikmah tiga kali terpilih sebagai the best speaker di babak penyisihan dan babak perempat final. Selain itu, Irawan mahasiswa semester tiga program studi Bahasa Arab juga terpilih sebagai the best speaker babak penyisihan. “Ini prestasi yang sangat baik. Walaupun mereka bukan prioritas dan baru ikut lomba, mereka sudah memberikan bukti yang luar biasa. Semoga berkah dan bermanfaat,” ucap Dekan Fakultas Tarbiyah, Dr. Mashuri Thoha, M.Pd. Belum lama ini, mahasiswa IDIA Prenduan juga menjuarai lomba debat di Universitas Sains Islam malaysia (USIM) tingkat Asean yang bukan hanya membanggakan kampus, tetapi juga membanggakan...

Read More

Uji Mental dan Kemampuan Bahasa di Milad ke-35 IDIA Prenduan

Prenduan-Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan genap berusia 35 tahun September ini, sejak didirikan pada tahun 1983. Sebagai rasa syukur atas usia itu, IDIA Prenduan mengadakan acara Milad ke-35 yang pertama kali di Musala mahasiswa intensif IDIA Prenduan, Selasa (09/18). Milad ke-35 IDIA Prenduan menjadi meriah dengan rentetan kegiatan yang beragam. Diantaranya adalah pidato spontanitas bahasa arab, pidato spontanitas bahasa inggris, dan khotmul Quran. “Lomba pidato spontanitas bahasa arab dan bahasa inggris ini bertujuan untuk melihat sejauh mana perkembangan bahasa inggris dan bahasa arab para mahasiswa intensif dan sejauhmana mentalitas mereka sebagai seorang mahasiswa,” ungkap panitia acara. Setiap kegiatan yang diagendakan disambut antusias oleh mahasiswa intensif IDIA Prenduan. Terutama saat kegiatan lomba pidato spontanitas. Dalam lomba tersebut para mahasiswa intensif menunjukkan kemampuan bahasa arab dan bahasa inggris di depan juri, tanpa persiapan. Untuk memberikan penilaian, Dr. Encung Hariadi ditunjuk sebagai juri pidato bahasa inggris. Sementara juri dalam pidato bahasa arab diamanahkan kepada Ustadz Lukman Hakim, Lc. Dengan adanya acara pidato spontanitas itu, para mahasiwa intensif menunjukkan kemampuan bahasa arab dan bahasa inggris mereka tanpa ada persiapan sebelumnya di depan para juri yang telah dipilih oleh panitia acara, yakni: Ust. Encung Hariadi sebagai juri pidato bahasa inggris dan Ust. Lukman Hakim sebagai juri pidato bahasa arab. Di akhir kegiatan tersebut dipilih tiga mahasiswa intensif sebagai juara. Juara III diraih oleh Kurniawan mahasiswa semester III, Juara II diraih oleh Sayadi mahasiswa semester...

Read More

STITNU Inginkan IDIA Prenduan Berbagi Tata Kelola Jurnal

Prenduan-Kampus IDIA Prenduan mendapat kunjungan silaturrahim dari Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama. Sebanyak Empat puluh dosen STITNU Mojokerto berkumpul di ruang Meeting Room IDIA Prenduan, Selasa (24/07). Dalam sambutannya, pimpinan STITNU Kiai Dr. Muhsinin menyampaikan bahwa kunjungannya bersama para dosen adalah bentuk refreshing setelah menyusun Borang Institusi sekaligus untuk menambah pengetahuan dari IDIA Prenduan, yang selama ini dipandang sebagai kampus berbasis bahasa Arab. “Selain itu, saya melihat IDIA Prenduan ini sudah memiliki jurnal yang teindeks DOAJ. Mungkin nanti IDIA bisa berbagi pengalaman tentang tata kelola jurnal yang baik,” ungkap pimpinan STITNU yang sekaligus penasihat Forum Komunikasi Dosen Peneliti Kopertais IV. Membalas sambutan tersebut, Rektor IDIA Prenduan sampaikan bahwa IDIA Prenduan memang sudah memiliki dua jurnal yang sudah terindeks DOAJ dan berada pada posisi sinta dua, yakni jurnal Dirosat dan Reflektika. “Tapi, tidak menutup kemungkinan STITNU memiliki pengalaman yang tidak dimiliki oleh pengelola jurnal IDIA Prenduan. Sistemnya bukan belajar barangkali, tetapi saling berbagi ilmu.” Ungkap KH. Dr. Ghozi Mubarok, MA. Dalam kunjungan tersebut, dosen-dosen STITNU Mojokerto dan IDIA Prenduan saling melebur dalam komunikasi seputar pengembangan institusi selama tiga...

Read More

REKTOR IDIA PRENDUAN SAMPAIKAN TUGAS PERGURUAN TINGGI PESANTREN DALAM DIALOG INTERAKTIF

Prenduan-Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan kembali mengadakan seminar dakwah dengan tema “Dakwah Islamiyah Terhadap Non Muslim; Tantangan dan Harapan” (27/07). Menurut panitia, tema tersebut sesuai dengan misi Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, mencetak da’i khoiro Ummah (masyarakat terbaik). Dalam kesempatan itu, rektor IDIA Prenduan membuka acara dengan pesan yang dikutip dari potongan percakapan antara Syeikh Ismail dengan ulama Madura, bahwa tugas alumni pesantren adalah berdakwah dan menjadi wasilah bagi saudaranya di belahan bumi lainnya agar menemukan kebenaran Islam. Melanjutkan pesan Rektor, narasumber dialog, Ustadz Muhammad Damanhuri, S.H.I, S.H, M.H, M.Pd. berbagi pengalaman tentang prosesnya menemukan kebenaran dan menjadi seorang muslim. Selain itu, beliau juga menyampaikan tips dan trik yang dia pakai dalam melaksanakan dakwah di tengah-tengah masyarakat non muslim. Menurut beliau beberapa kunci sukses dalam berdakwah di kalangan non muslim adalah mengetahui lokasi dan kebiasaan, melakukan pendekatan persuasif, berdialog dengan kepala suku, tidak membawa atribut Islam selama berdakwah, kontinyu, serta menguasai bahasa masyarakat setempat. “Itu barangkali kunci yang saya pakai untuk memuslimkan 13.169 orang sejak tahun 2017,” tutur Andreas, nama katolik Ustadz Damanhuri. Menurutnya, dari 4.200 agama yang ada di dunia, hanya Islamlah agama yang benar dan layak diimani oleh sekalian penduduk dunia yang berpikir. Selama dua jam, acara tersebut berlangsung dengan peserta yang antusias karena rasa ingin tahu untuk menjadi dai. “minimal biar saya tahu cara berdakwah bagi keluarga sendiri,” ucap Ahmad sebagai salah satu peserta. (Khotim...

Read More